Alfi’S Expressions

Happy to share my feelings

Api dan Asap

    by Kamila Vyndarti

    Suatu ketika, ada sebuah Kapal yang Tenggelam Diterjang Badai.
    Semuanya Porak Poranda.
    Tak ada Awak yang tersisa,
    kecuali Satu Orang yang Berhasil mendapatkan Pelampung.
    Namun,
    Nasib Baik Belum Berpihak pada Pria ini.
    Dia Terdampar pada Sebuah Pulau Kecil Tak Berpenghuni, sendiri, dan
    tak punya bekal makanan.

    Dia terus berdoa pada Tuhan untuk Menyelamatkan Jiwanya.
    Setiap saat, Dipandangnya ke Penjuru Cakrawala,
    mengharap ada Kapal yang Datang Merapat.
    Sayang, Pulau ini Terlalu Terpencil.
    Hampir Tak Ada Kapal yang mau Melewatinya.

    Lama kemudian, Pria ini pun Lelah untuk Berharap.
    Lalu, untuk Menghangatkan badan, ia membuat perapian,
    sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat.
    Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah.
    Disusunnya Semua Nyiur dengan Cermat, agar bangunan itu Kokoh
    dan dapat bertahan lama.

    Keesokan harinya, Pria Malang ini mencari Makanan.
    Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar.
    Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya.
    Namun, ia terkejut………

    Semuanya telah Hangus Terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa.
    Gubuk itu Terbakar, karena Perapian yang lupa Dipadamkannya.
    Asap membubung Tinggi dan Hilanglah semua Kerja Kerasnya semalam.
    Pria ini berteriak Marah,
    “Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku.
    Mengapa?… Mengapa?”.
    Teriaknya Melengking Menyesali Nasib.

    Tiba-tiba…terdengar Peluit yang ditiup.
    Tuittt…..tuuitttt.
    Ternyata ada sebuah Kapal yang datang.
    Kapal itu mendekati Pantai dan turunlah beberapa orang menghampiri Pria
    yang sedang menangisi gubuknya ini.

    Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya,
    “Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini?
    Mereka menjawab, “Kami melihat simbol Asapmu!!”

    Sangat Mudah Memang bagi kita, untuk MARAH saat Musibah itu Tiba.
    Nestapa yang kita Terima, Tampak akan begitu Berat, saat terjadi
    dan berulang-ulang.
    Kita memang bisa memilih untuk Marah, Mengumpat dan Terus Mengeluh.
    Namun, sepertinya Kita TIDAK BOLEH KEHILANGAN HATI Kita.
    Sebab, TUHAN SELALU ADA PADA HATI KITA,
    WALAU DALAM KEADAAN YANG PALING BERAT SEKALIPUN.

    Dan Ingatlah, saat ada “ASAP dan API”
    yang Membubung dan Terbakar dalam HATI Kita,
    Jangan KECIL HATI.
    Jangan SESALI Semua itu.
    JANGAN HILANGKAN PERASAAN SABAR dalam KALBU Kita.

    Sebab, bisa jadi,
    Itu Semua adalah Sebagai TANDA dan SIMBOL bagi Orang lain untuk
    Datang Padamu dan Mau Menolongmu.

    Sebab,
    untuk Semua Hal Buruk yang Kita Pikirkan,
    Akan SELALU ADA JAWABAN yang MENYEJUKKAN Dari-Nya.
    TUHAN MAHA TAHU Yang TERBAIK Buat Kita.
    JANGAN HILANGKAN HARAPAN Itu.

    Karena sesungguhnya kita tidak tahu apa-apa tentang proses kehidupan ini, Dialah PENCIPTA KEHIDUPAN, Dia yang tahu segalanya dan berbuat yang terbaik untuk hamba-Nya.

    “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2:216)

    RSS 2.0 | Trackback | Comment


    Leave a Reply

    XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>