Alfi’S Expressions

Happy to share my feelings

Laptop Asus Eee PC 1215P

Laptop Toshiba 15 inch yang biasa saya bawa ke kampus sudah benar-benar menyiksa saya selama satu semester ini. Beratnya yang “luar biasa” membuat saya terbungkuk-bungkuk ketika membawanya dalam tas ransel. Walaupun ada baiknya juga, yaitu ketika memakainya lumayan nyaman karena layarnya yang lebar.

Semester ini, saya harus mencari laptop yang cukup ringan tapi tetap bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas mata kuliah yang setengahnya merupakan kuliah pemrograman. Jadi, tidak terlalu berat tapi cukupĀ powerful. Untuk ringannya, netbook bisa menjadi pilihan. Tapi,apakah cukup powerful untuk digunakan membuat program-program tugas kuliah?

Pengalaman saya menggunakan netbook Axioo Pico DJM616 dengan prosesor Intel Atom N270 selama 2 tahun ini sebenarnya tidak ada masalah dengan kinerja netbook, tidak ada bedanya jika saya menggunakan notebook. Masalah utamanya justru pada layarnya yang terlalu kecil, 10 inch.

Setelah jari saya survey sana-sini via gugel, saya tertarik dengan netbook ASUS EeePC dengan layar 12 inch tipe 1215P. Baru pertama kali, ada netbook dengan layar 12 inch. Ditambah lagi prosesornya Intel Atom N550 yang sudah dual core dengan empat thread. Biasanya, layar 12 inch ini milik notebook yang di pasaran harganya justru lebih mahal daripada notebook 14 inch. Sekarang, ada netbook dengan layar cukup besar dengan harga cukup murah, dan ringan bobotnya. Patut dibeli nih.

Spesifikasi lengkap ASUS 1215P:

  • Prosesor Intel Atom N550 dual core (4 threads) 1,5 GHz
  • RAM 1 GB DDR3
  • Hardisk 320 GB SATA
  • Graphics Intel GMA 3150
  • LCD 12,1″ HD LED
  • Card reader
  • LAN 10/100Mbps
  • WiFi dan Blutooth
  • Battery 6 cells up to 8 hours
  • HD Audio, built-in mic, speakers
  • No optical drive
  • Non OS (just DOS)

Ada juga kembarannya, yaitu tipe 1215T, bedanya tipe ini menggunakan prosesor Intel AMD Athlon II Neo K125 dengan card VGA-nya sudah ATI Radeon, walaupun prosesornya lebih cepat tapi masih single core, jadi kayaknya kalau multitasking masih lebih lemot daripada Intel Atom N550.

Ada juga pilihan lain, yaitu notebook Axioo, yang bisa dicicil pembeliannya menggunakan program PC for Teacher, cicilannya lebih murah daripada cicilan reguler. Tapi, tampaknya prosesnya masih panjang, dan cicilannya antara 12 hingga 24 bulan, lama juga.

Akhirnya, pilihan saya jatuh pada ASUS 1215P juga, warna merah, warna favorit saya. Harganya, Rp 3.250.000. Karena masih belum ada operating system (OS)-nya, berarti saya harus usaha lagi nih mencari OS yang murah meriah.

Sebenarnya, sudah ada operating system mini yang masih ditulis DOS, walaupun tulisan di OS-nya ASUS Express Gate. OS ini bisa melakukan booting secara cepat, hanya 5 detik setelah tombol power dinyalakan. Hanya saja, kemampuannya memang mini. Kemampuan utamanya adalah menjalankan browser yang bisa kita gunakan mengakses layanan cloud ASUS di Internet, dimana kita mendapatkan jatah storage sebesar 500GB online.

Saya tidak begitu tertarik menggunakan OS mini ini, inginnya sih menggunakan Windows 7 yang asli tapi murah. Yang banyak beredar adalah yang murah tapi versi pak tani (tahu ‘kan maksudnya?). Saya agak khawatir kalau menggunakan versi ini.

Untunglah atas budi baik teman saya, saya bisa mempunyai CD installer Windows 7 asli, yang bisa diaktivasi ke situs Microsoft berkali-kali (tentunya dengan trik khusus). Jadilah netbook saya ber-OS Windows 7, asli tapi murah.

RSS 2.0 | Trackback | Comment


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>