Alfi’S Expressions

Happy to share my feelings

Naik Kereta Commuter Line Sistem Baru

Naik KRL commuter line

Serasa naik kereta di Jepang ….

Setibanya kereta api Tegal Arum di Jakarta, saya mempunyai beberapa pilihan moda kendaraan menuju rumah neneknya anak-anak di Serua, Ciputat, Tangsel:

  1. Turun kereta di stasiun Jatinegara, naik angkot ke Pasar Rebo, lanjut naik Koantas Bima ke Ciputat, terus naik angkot ke Bukit. Ini biasanya menempuh waktu 2-3 jam.
  2. Turun kereta di stasiun Senen, naik bus Bianglala ke Ciputat, lalu naik angkot. Waktu tempuh sekitar 2-3 jam.
  3. Turun kereta di stasiun Jatinegara, naik KRL ke stasiun Tanah Abang lanjut KRL tujuan Serpong turun di stasiun Sudimara, lanjut naik angkot ke Bukit.

Karena pilihan 1 dan 2 sudah sering ditempuh, saya ingin memberi pengalaman baru kepada anak-anak yaitu naik kereta KRL Jabodetabek, berarti pilihan 3 layak dicoba. Jadi, saya harus menunggu KRL yang menuju stasiun Tanah Abang, lalu naik KRL tujuan Serpong turun di stasiun Sudimara. Ternyata, sejak hari Senin lalu, tanggal 5 Desember 2011, ada perubahan sistem perjalanan kereta KRL Jabodetabek menjadi mirip sistem perjalanan menggunakan bus Trans Jakarta. Untuk mencapai tujuan tertentu kita harus transit beberapa KRL di stasiun-stasiun tertentu.

Secara umum, jalur perjalanan KRL Jabodetabek dibagi dua macam: jalur lingkar dalam (Manggarai – Sudirman – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Pasar Senen – Jatinegara – Gambir – Jakarta Kota) dan lingkar luar (Bekasi, Bogor, Serpong, Parung Panjang, Tangerang, Tanjung Priok).

  • Jika kita berangkat dari stasiun di lingkar dalam ke stasiun di lingkar luar atau sebaliknya, kita cukup membeli tiket satu kali saja. Ketika transit tinggal tunjukkan tiket yang sama, asal pada saat membeli tiket disebutkan tujuan akhir kita kepada petugas loket. Contoh: Bogor – Sudirman, Bekasi – Tanah Abang.
  • Jika kita berangkat dari stasiun di lingkar luar menuju stasiun di lingkar luar lainnya, kita harus membeli tiket dua kali, yaitu tiket dari lingkar luar ke dalam dan dari dalam ke luar. Contoh: Tebet – Palmerah, Bogor – Serpong, Palmerah – Tangerang, Rawa Buaya – Bekasi.
  • Harga tiket KRL Ekonomi: Rp 1.500 – Rp 2.000
  • Harga tiket Commuter Line (AC):
    Bogor – Jakarta = Rp 7.000
    Jakarta – Bogor = Rp 7.000
    Jakarta – Depok = Rp 6.000
    Depok – Jakarta = Rp 6.000
    Jakarta – Tangerang = Rp 5.500
    Tangerang – Jakarta = Rp Rp 5.500
    Manggarai – Jatinegara = Rp 5.500
    Bekasi – Jakarta = Rp 6.500
    Jakarta – Bekasi = Rp 6.500
    Serpong / Parung Panjang – Jakarta = Rp 6.000
    Jakarta – Serpong / Parung Panjang = Rp 6.000

(sumber: http://www.transportumum.com/jakarta/sistem-tarif-loop-line-krl-jabodetabek/)

Maka, dari stasiun Jatinegara saya dan anak-anak menunggu KRL rute Jatinegara - Bogor, turun di stasiun Tanah Abang, lalu melanjutkan naik KRL rute Tanah Abang - Serpong turun di stasiun Sudimara. Kami naik KRL commuter line yang ber-AC dengan harga tiket Rp 6.000/orang. Karena siang hari, perjalanan sangat nyaman sebab KRL cukup sepi, tidak dipenuhi karyawan pergi pulang kantor seperti pada pagi dan sore hari.

Nyaman karena sepi, nyaman karena ber-AC, dan nyaman karena cepat sampai.
Hanya dalam waktu 1,5 jam dari setibanya kami di stasiun Jatinegara, kami sudah berada di rumah nenek dengan pakaian yang masih bersih dan wangi. Tidak seperti halnya naik angkot atau bus kota, pakaian pasti bau asap knalpot, rokok, maupun debu jalanan.

Nah, kalau transportasinya seperti ini, nyaman sekali menggunakan angkutan umum….

Selengkapnya mengenai rute dan jadwal perjalanan KRL Jabodetabek dapat dilihat di situs: http://www.transportumum.com/jakarta/rute-jadwal-terbaru-krl-jabodetabek-2011/

KRL commuter line

RSS 2.0 | Trackback | Comment


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>