July 19th, 2012 at 10:00am
Saya heran dengan media massa terutama televisi yang meributkan tentang perbedaan penentuan awal Ramadlan. Tema yang diangkat adalah perbedaan metode hisab (diwakili ormas Muhammadiyah) dan metode rukyat (diwakili ormas NU). Metode hisab adalah salah satu metode menentukan bulan baru dengan cara menghitung posisi bulan dilihat dari bumi yang dalam Islam disebut ilmu Falak. Dalam masa modern ini, ilmu Falak sudah didukung oleh ilmu astronomi. Sedangkan metode rukyat adalah menentukan bulan baru dengan cara melihat adanya bulan saat matahari terbenam pada malam ke-29 setiap bulannya.
Ternyata setelah saya perhatikan, perbedaan yang terjadi bukanlah pada metodenya, apakah hisab atau rukyat, melainkan pada kriterianya. Pada zaman modern ini, rukyat pun bisa dilakukan dengan hisab. Yang menjadi perbedaan mendasar adalah kriteria bulan baru:
Baca lanjutan dari “Penetapan Awal Ramadlan yang Selalu Menjadi Perdebatan” »
May 15th, 2012 at 5:19pm
Baru mendapat
tweet dari Ust. Yusuf Mansur, diajak baca
ummul istighfar sore-sore, dan apa itu ummul istighfar disuruh cari di Internet. Saya coba gugling tidak ketemu apa yang disebut
ummul istighfar itu. Tapi, berdasarkan sepotong awal
ummul istighfar yang dicuplikkan Ust. Yusuf Mansur di Facebook, saya menemukan istilah lain untuk istighfar itu yaitu
sayyidul istighfar atau penghulu
istighfar. Berikut bacaannya:

Baca lanjutan dari “Ummul Istighfar, Sayyidul Istighfar, Penghulu Istighfar” »
December 9th, 2011 at 7:00pm

Hari ini rupanya hari antikorupsi sedunia. Saya baru tahu ketika menunggu bus Trans Jakarta di halte depan kantor KPK Kuningan, Jakarta. Di depan kantor KPK tersebut ada demonstrasi dan orasi puluhan mahasiswa yang mengaku dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta dengan tema antikorupsi. Para mahasiswa diangkut menggunakan 3 bus Metromini, satu mobil pick-up yang membawa sound system, dan puluhan sepeda motor. Orasi dilakukan di atas sound system di mobil pick-up. Puluhan polisi berjaga-jaga di sekeliling mahasiswa dan juga mengatur lalu lintas agar tetap lancar.
Baca lanjutan dari “Demo di KPK” »
December 8th, 2011 at 11:17pm

Serasa naik kereta di Jepang ….
Setibanya kereta api Tegal Arum di Jakarta, saya mempunyai beberapa pilihan moda kendaraan menuju rumah neneknya anak-anak di Serua, Ciputat, Tangsel:
- Turun kereta di stasiun Jatinegara, naik angkot ke Pasar Rebo, lanjut naik Koantas Bima ke Ciputat, terus naik angkot ke Bukit. Ini biasanya menempuh waktu 2-3 jam.
- Turun kereta di stasiun Senen, naik bus Bianglala ke Ciputat, lalu naik angkot. Waktu tempuh sekitar 2-3 jam.
- Turun kereta di stasiun Jatinegara, naik KRL ke stasiun Tanah Abang lanjut KRL tujuan Serpong turun di stasiun Sudimara, lanjut naik angkot ke Bukit.
Baca lanjutan dari “Naik Kereta Commuter Line Sistem Baru” »
December 8th, 2011 at 10:27pm
Pagi ini saya mengantar anak-anak liburan ke rumah nenek mereka di Serua, Ciputat, Tangsel. Dari Haurgeulis, Indramayu kami naik kereta api ekonomi Tegal Arum menuju stasiun Jatinegara, Jakarta. Nyaman juga naik kereta ekonomi sejak 1 Oktober 2011 ini, karena tiket yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk, sehingga secara resmi tidak ada penumpang yang berdiri. Perjalanan menjadi jauh lebih nyaman daripada sebelum-sebelumnya.
Namun, kondisi kenyamanan ini (baca: tiket yang terbatas) ternyata dengan licik di-“manfaat”-kan oknum petugas stasiun (yang saya amati di stasiun Haurgeulis, Indramayu) untuk mengambil keuntungan lebih dari penumpang. Berikut modusnya:
- Tiket normal tujuan Jakarta resminya dijual di loket seharga Rp 13.000. Tapi, kalau kita tidak membeli dengan uang pas, biasanya “tidak ada kembalian” sehingga harga tiket menjadi Rp 15.000.
Baca lanjutan dari “Kenyamanan Naik Kereta Api Ekonomi Dimanfaatkan Oknum Petugas Stasiun” »
December 3rd, 2011 at 8:36pm

Kue ulang tahun Dea
Deandra Mazaya Aniqah (Dea), anak keempat kami, tanggal 29 November ini genap berumur 4 tahun. Selama ini ulang tahunnya belum pernah dirayakan. Kali ini pun kami tidak bermaksud merayakan, hanya ingin berbagi beberapa macam snack dan kue untuk anak-anak teman mainnya Dea. Tapi ternyata kabar angin tersiar begitu cepat, sehingga tanpa diundang, teman-teman Dea banyak yang datang ke rumah, bahkan membawa kado segala.
Baca lanjutan dari “Ulang Tahun Dea” »
November 18th, 2011 at 5:17pm
Setelah meng-
update XAMPP dari versi 1.7.4 ke 1.7.7, aplikasi JSP di netbook saya tiba-tiba tidak bisa mengakses MS SQL Server 2005. Pesannya: “
java.sql.SQLException: No suitable driver found for jdbc:sqlserver://localhost;databaseName = xxx“. Saya menggunakan OS Windows 7, JDK 6u29, MS SQL Server 2005, driver sqljdbc4.jar.
Sebelumnya saya meng-update Java JDK di netbook dari 6u26 ke 6u29, jadi awalnya saya pikir Java 6u29-nya yang mempunyai bug. Ketika saya coba update Java JDK di PC saya ke 6u29, memang terjadi error juga di aplikasi yang sama, bukan “No suitable driver“, tapi koneksi ke MS SQL Server “hang” tidak menghasilkan apa-apa untuk waktu yang lama. Dari oom Google saya mendapat informasi bahwa memang ada bug JDK 6u29 dengan driver MS SQL Server 2005, yang menyebabkan “hang“. Solusinya cukup gampang, tinggal replace file jsse.jar di folder jdk/jre/lib dengan jsse.jar versi JDK sebelumnya (versi 6u27). Tapi, ketika saya lakukan di laptop saya, hal itu tidak berhasil. Aplikasi tetap mengeluarkan pesan error yang sama.
Baca lanjutan dari “XAMPP 1.7.7 tidak mengenali fitur sqljdbc4.jar” »
October 28th, 2011 at 5:50pm

Pelangi di Ciater
Dalam perjalanan dari Bandung ke Haurgeulis, Indramayu sore hari tadi, saya ditakjubkan oleh munculnya pelangi di daerah Ciater, Subang. Bukan karena baru sekali itu lihat pelangi, tapi karena pelanginya seolah muncul dari tanah dan kembali ke tanah lagi.
Baca lanjutan dari “Pelangi di Ciater Subang” »
October 24th, 2011 at 7:01am

Nongkrong bersama
Kucing saya ini, si Auci, sukanya ikutan nimbrung di kegiatan tuannya, baik saya maupun anak-anak. Nih dia contoh posisi-posisi uenaknya si Auci.
Baca lanjutan dari “Posisi Uenak si Kucing” »
October 20th, 2011 at 7:33pm
Ini sudah kesekian kalinya saya mendengar kalimat seperti judul artikel ini, diucapkan oleh reporter TV atau pembawa acara.
“Si X sekarang sudah berubah 360 derajat, ….” Lah, berubah 360 derajat bukannya kembali lagi ke arah semula? Apa sudah lupa ya para reporter dan pembawa acara tersebut pada pelajaran matematika SD dulu bahwa kalau berputar 360 derajat, arahnya tetap?
Mungkin, maksudnya adalah berubah 180 derajat ya, untuk menunjukkan bahwa si X sudah berbalik arah? Yach, dikoreksi donk kalau maksudnya demikian….