Syukuran Khataman dan Sunatan
Syukuran untuk Abel dan Badar, kedua anak saya yang khatam Qur’an tahun ini dilaksanakan hari Rabu, 9 Juli 2008. Bersamaan dengan hari ulang tahun ibu saya, nenek anak-anak saya.
Tetangga-tetangga biasanya tidak perlu diundang, sudah tahu sendiri, tapi famili-famili yang agak jauh perlu dihubungi, terutama pihak keluarga bapak yang disebut bako. Pihak bako ini mendapat perlakuan yang istimewa, mereka sangat ditunggu-tunggu. Tamu-tamu yang lain tidak akan datang ke rumah kalau pihak bako belum datang ke tempat syukuran tersebut.
Biasanya pihak bako datang dengan membawa semacam seserahan, terdiri dari berbagai makanan dan seekor ayam hidup.
Pimpinan pihak bako ini adalah ibu saya, neneknya anak-anak.
Setelah berbasa-basi sejenak, hidangan syukuran dikeluarkan dan kami semua makan bersama-sama. Tradisi di kampung kami untuk menyambut tamu istimewa ini adalah makan bajamba, yaitu makan bersama dalam satu piring besar.
Selesai makan, disajian makanan/snack ringan seperti keripik/sanjai, kalamai (dodol), bolu, dan semacamnya. Saat itulah, kami mengeluarkan kejutan: kue ulang tahun bagi ibu saya. Kami sudah mempersiapkan black forest ini sehari sebelumnya membeli dari perusahaan roti dan kue yang tidak jauh dari kampung kami di Sitapung.
Saya, istri, dan anak-anak memberikan selamat ulang tahun dan setelah berdoa sejenak, kue pun dipotong. Semua mendapat bagian.
Semoga panjang umur dan bahagia selalu, Ma….!
Selamat buat Abel & Badar.
Tradisi gini kayaknya udah jarang loh di tempat lain — moga2 masih ada — soalnya yang dulu biasa di Banten & Demak, belakangan gak kedengaran lagi.
Selamat ya …
wah, aku kok ga denger niy ceritanya mama dapet kejutan di hari ultahnya..
pasti mama seneng deh dapet kue ultah.. sayang ga ada aku n abang yaaa…
kapan2 bisa niey ngerayain ultahnya mama rame2 ya da…
btw, aku lon pernah ney ngerasain makan rame2 1 piring..
hihihihi.. kudu dicoba neh!
kapan ya aku bisa nyampe padang???????