Tur Sepeda Keliling Semenanjung Malaysia
(lanjutkan nanti deh, sibuk sertifikasi)
(lanjutkan nanti deh, sibuk sertifikasi)
Ada beberapa referensi berbahasa Indonesia yang cukup menunjang pelajaran ini seperti: Sistem Teknologi Informasi karangan Prof. Jogiyanto, Manajemen Sistem Informasi karangan Zulkifli Amsyah, dan Introduction to Information Technology (Pengantar Teknologi Informasi-Wiley) karangan Turban-Rainer-Potter.
Pembahasan yang cukup menarik adalah pengertian-pengertian tentang manajemen informasi, sistem informasi manajemen, sistem informasi, teknologi informasi, teknologi sistem informasi, sistem teknologi informasi, sistem informasi teknologi. Ada yang sinonim, ada yang berlawanan, bahkan ada yang rancu tidak bisa dijelaskan maknanya. Masing-masing penulis mempunyai persepsi berbeda-beda tentang itu.
Baca lanjutan dari “IT Management” »
Mumpung di Jakarta dan anak-anak suka sekali dengan Dinosaurus, saya ajak mereka, Abel – Badar – Jafna, berkunjung ke Summer Holiday with SCTV and Dinosaurs, Dinos Alive, Senayan. Masih 5 hari sebelum acara itu ditutup. Baru bisa berangkat jam 11.00, kami sampai di tempat jam 11.30.
Begitu sampai di tempat parkir, langsung para calo tiket menghampiri saya menawarkan tiket murah. Harga normal tiket dewasa Rp 150.000, tapi para calo bisa memberikan harga Rp 130.000. Kalau tidak percaya, boleh bayar belakangan setelah keluar arena. Saya beli satu tiket dewasa, tapi belum saya bayar, nanti pulangnya saja. Tiket anak-anak Rp 75.000 langsung beli di loket resminya di pintu masuk.
Baca lanjutan dari “Berkunjung ke Dinos Alive” »
Setelah pamitan dengan semuanya, saya berangkat dengan travel tersebut menggunakan L-300, menjemput penumpang-penumpang lain yang akan diantarkan ke Bandara Internasional Minangkabau juga dari sekitar Bukittinggi. Setelah mampir sebentar di kantor travel tersebut, AWR Sikumbang, kami berangkat ke Bandara.
Rute yang dilewati: Padang Luar, Padang Panjang, Lembah Anai, Lubuk Alung, Ketaping.
Baca lanjutan dari “Kembali ke Pulau Jawa” »
Syukuran untuk Abel dan Badar, kedua anak saya yang khatam Qur’an tahun ini dilaksanakan hari Rabu, 9 Juli 2008. Bersamaan dengan hari ulang tahun ibu saya, nenek anak-anak saya.
Baca lanjutan dari “Syukuran Khataman dan Sunatan” »
Yang akan menyunat Badar adalah Uncu Emmy. Uncu adalah panggilan anak-anak saya untuk salah satu bibi isteri saya. Uncu Emmy adalah perawat senior di RS Selaguri Padang dan sudah biasa bertugas menyunat.
Baca lanjutan dari “Badar Disunat” »
Dari pilihan itu, kami sepakat untuk ke Kebun Binatang dan pulangnya wisata kuliner di pasar atas. Kami pergi bertujuh, empat anak, mama dan papanya, serta nenek naik angkot PALB (palebe) dari kampung kami, Balai Gurah ke simpang Mandiangin Bukittinggi, ongkosnya Rp 4.000/orang. Dari situ kami naik bendi/delman ke Kebun Binatang dengan rute pasar bawah, jam gadang, pasar atas, kebun binatang. Setelah tawar menawar kami setuju ongkos delman Rp 25.000.
Baca lanjutan dari “Jalan-jalan ke Kebun Binatang” »
Jam 8.30 ketika acara masih belum dimulai, tiba-tiba lampu (listrik) padam. Gelap gulita. Untung ada beberapa orang bapak yang membawa senter. Antisipasi kalau lampu mati katanya. Memang, beberapa pekan ini, desa kami sering mendapat giliran pemadaman listrik, biasanya sampai 2 jam. Payahnya, ternyata panitia tidak secerdas bapak-bapak tadi, mereka tidak mempersiapkan genset satu pun, padahal hampir setiap mesjid di sana ada genset.
Maka, kalang kabutlah panitia. Panitia yang baru sedikit tadi tampak bingung akan berbuat apa, ingin memanggil teman mereka tidak bisa, pengeras suara tidak berfungsi. Setelah beberapa saat, berdatanganlah pemuda-pemuda panitia, sibuk berdiskusi bagaimana mengatasi hal ini. Kemudian, beberapa orang berinisiatif mencari genset, ada yang ke mesjid terdekat, mesjid Kapalo Koto, ke Babuai, bahkan ke Biaro yang agak jauh. Tapi, sampai jam 10 malam, genset yang dicari tidak ada, mungkin sudah keduluan TPA lain.
Baca lanjutan dari “Khatam Qur’an (3)” »
Acara pembukaan diawali dengan lantunan ayat Qur’an oleh siswa MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) kemudian dilanjutkan dengan tari Pasambahan. Diikuti oleh sambutan-sambutan para tetua kampung. Sekira jam 10 barulah peserta arak-arakan disusun di luar perguruan.
Paling depan adalah mobil bak terbuka berpengeras suara yang di baknya mengangkut replika Qur’an ukuran besar, kemudian pemuda-pemuda membawa spanduk acara, selanjutnya anak-anak kecil dan pemudi-pemudi berpakaian adat Minang yang tadi menari Pasambahan. Di belakangnya marching band murid-murid SMP dan murid-murid SD.
Baca lanjutan dari “Khatam Qur’an (2)” »
Rangkaian acara dimulai dengan diselenggarakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), perlombaan mengaji di antara anak-anak murid yang khatam Qur’an. Tahun ini 82 anak yang terdiri dari 42 laki-laki dan 40 perempuan, menamatkan pelajaran mengaji mereka di perguruan ini. Sekitar 80%-nya adalah anak-anak rantau. Di kampung kami memang ada tradisi yang mewajibkan anak-anak rantau usia 9-10 tahun untuk belajar mengaji setahun penuh di kampung. Sekolah mereka pun pindah ke sana untuk setahun.
Ruangan kelas yang biasanya untuk mengaji didesain sedemikian rupa, diberi podium berkaca untuk peserta yang mendapat giliran tampil. Sound system disiapkan untuk mengumandangkan kaji peserta di dalam dan luar ruangan.
Setiap peserta yang beberapa hari sebelumnya diberi nomor peserta, harus menunggu giliran dipanggil berdasarkan undian oleh panitia. Annabella (Abel) mendapat nomor peserta 9 dan Badar nomor 17. Saya sudah mempersiapkan diri dengan kamera dan handycam untuk merekam momen-momen berharga ini, yang hanya terjadi sekali seumur hidup.
Baca lanjutan dari “Khatam Qur’an (1)” »